#PrayForJakarta; Media Sosial dan Sedikit Himbauan

Indonesia kembali diguncang teror. Kali ini aksi yang diduga bom bunuh diri dan baku tembak terjadi di kawasan Thamrin dan Sarinah, Jakarta Pusat. Kejadian ini menewaskan beberapa orang yang diduga pelaku dan melukai orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Dan, seperti biasa, media sosial memainkan perannya sebagai media viral. Berita-berita dan update informasi terbaru terus mengalir. Bahkan, kadang-kadang, terselip juga foto dan video dari TKP. Bukan hanya masyarakat Jakarta; sebagian besar warga Indonesia dihantui rasa ketakutan.
Namun, mengesampingkan semua itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, terutama soal penyebaran informasi dan spekulasi. Pertama, JANGAN mempublikasikan foto korban yang tewas atau terluka. Hal tersebut dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu bagi orang-orang yang melihat fotonya, dan lebih lagi, dapat melukai perasaan orang-orang yang mengenal korban. Kedua, SARING segala bentuk informasi yang didapat. Dalam kondisi yang tidak kondusif seperti ini, akan ada pihak-pihak yang menyebarkan informasi palsu, dan kita yang sedang panik akan menganggap segala informasi adalah fakta. Mohon cek setiap sumber pemberitaan dan lakukan klarifikasi dengan menghubungi orang-orang yang menjadi saksi mata atau pantau terus siaran langsung media massa dari TKP. Ketiga, JANGAN lalai dan tetap waspada. Bukan untuk menambah rasa paranoid, tapi kejadian seperti ini dapat terjadi di mana saja. Jaga keselamatan diri sendiri dan orang-orang terdekat. Keempat–bagi masyarakat Jakarta–JANGAN mendekat ke area kejadian kecuali memang benar-benar diperlukan atau telah ada penetapan status ‘aman’ dari pihak berwajib. Tidak perlu mengancam nyawa sendiri hanya demi memotret mayat-mayat yang bergelimpangan dan menyebarkannya di media sosial agar (maaf) mendapat banyak like; sudah ada tim media massa yang akan mempublikasikannya. Nyawa kalian jauh lebih berharga ketimbang ratusan simbol hati di dunia maya. Kelima, kabar burung saat ini adalah bahwa aksi pengeboman ini merupakan pengalihan isu atas hari terakhir Freeport menawarkan saham kepada pemerintah Indonesia, maka JANGAN panik berlebih. Terlepas dari kebenaran kabar tersebut, kita tidak boleh lupa kalau banyak hal besar yang juga sedang terjadi di Indonesia saat ini. Pantau terus setiap berita yang muncul. Dan terakhir–ini pendapatku pribadi–JANGAN terlalu menyalahkan media. Ini kutulis karena seorang kawanku ada yang berkomentar, “Ah, media mah gitu…”. Mungkin aku berkata begini karena suatu saat nanti aku juga akan bekerja di media, tapi… Media memang fungsinya untuk mempublikasikan kejadian. Kalau ada yang mesti disalahkan dari apa saja yang dimuat oleh media, SALAHKAN ORANG-ORANGNYA, bukan medianya. Memangnya kata siapa semua media melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kode etik dan sejenisnya? Kita kembali lagi pada teori Agenda-Setting, yakni teori yang menyatakan bahwa pemberitaan di media massa mendapatkan bobot yang berbeda-beda sesuai kepentingan pemilik medianya. Kalau ada yang menyalahkan media secara keseluruhan, berarti ia telah menjadi stereotip.
Baiklah, mari kita tutup tulisan ini dengan doa bagi masyarakat Jakarta, masyarakat Indonesia dan dunia, agar selalu diberi keselamatan dan perdamaian. Aamiin…

Bandung, 14 Januari 2016.

Shiragami Aiko

Advertisements

2 thoughts on “#PrayForJakarta; Media Sosial dan Sedikit Himbauan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s