Thalassophobia atau Humanophobia?

Pernahkah kalian membaca tentang Thalassophobia? Jika belum, bacalah. Secara singkat, Thalassophobia adalah ketakutan terhadap laut–baik kedalamannya yang tanpa batas maupun makhluk-makhluk yang hidup di dalamnya. Juga, tantanglah diri sendiri untuk melihat foto-foto penguji indikasi fobia tersebut, dan tanyakan kembali apakah kalian masih ingin berenang di laut atau tidak. Tanya dan jawablah diri kalian masing-masing.
Kalau aku? Ya, aku menyukai laut–sayang sekali Bandung tidak punya laut–dan aku menguji diriku sendiri melalui apa yang disebut sebagai ‘tes Thalassophobia’ itu. Namun syukurlah, ternyata aku tidak mengidap Thalassophobia; malah kuanggap kalau hasil-hasil foto yang menunjukkan sisi gelap lautan tersebut sebagai suatu karya yang menakjubkan. Apa rasanya mengetahui bahwa seekor paus raksasa sedang berenang tak jauh dari dasar kapal kecilmu? Apakah menyenangkan bertatapmuka dengan pari manta di bawah laut?
Jujur saja, dibanding Thalassophobia, sepertinya aku lebih cenderung mengidap Humanophobia–ketakutan terhadap umat manusia. Setidaknya aku dapat memprediksi kemungkinan terburuk saat aku berada di laut: hanyut terseret ombak, tenggelam, menghantam batu karang, dimakan hiu, tertelan paus, disengat pari, dan lain-lain. Tapi aku takkan pernah bisa menebak apa yang ada di kedalaman hati seorang manusia dan apa yang dapat dilakukan oleh manusia terhadap sesamanya.
Kadang, manusia lebih misterius dan lebih berbahaya ketimbang badai ganas di tengah samudera.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s