1:27 AM: Curhatan Bodoh bin Lantur

Ah, sesekali curhat di sini tak apa mungkin, ya. Bosan berkeluhkesah di Tumblr. Siap-siap membaca wadrun di halaman wadrun ini.

________________

Lewat tengah malam adalah zona waktu berbahaya bagi pikiran yang tak mau beristirahat. Kalau ada dua tipe manusia di dunia ini–yang berusaha untuk berpikir dan yang berusaha untuk berhenti berpikir–akulah yang kedua.

Tapi senandung Fourtwnty, Silampukau, dan Banda Neira paling tidak dapat menyejukkan isi kepalaku yang sudah seperti mesin motor kepanasan ini.

Otakku saat ini terasa berat dan runyam, seperti… Apa, ya? Tahu benang wol kusut yang digemari kucing untuk melatih ketangkasannya? Ya, kira-kira begitulah. Bola benang ini kemudian menggumpal juga di dalam dada. Kecuali alih-alih kucing, orang-oranglah yang iseng memutar-mutar bola benang ini. Tapi bukan cuma manusia; Tuhan juga mulai iseng. Tapi Ia memang Tuhan Maha Iseng, bukan?

Aku jadi semakin takut pada manusia. Humanophobia.

Kalau pada Tuhan? Sepertinya selalu takut, makanya selalu menghindar.

Sepanjang 2016 ini rasanya banyak sekali hal yang terjadi di luar prediksiku. Berkelana ke tempat-tempat baru yang tidak kurencanakan matang-matang sebelumnya, bertemu orang-orang yang yang tak pernah kubayangkan akan kulihat langsung, bertukar pikiran-pikiran yang ternyata lebih gila dari milikku. Padahal kukira aku ini manusia paling gila. Eh, tapi bukankah justru orang-orang itu yang gila?

Yah, sudahlah.

Aku jadi senang berdiskusi; suatu hal yang tak mungkin berani kulakukan hingga dua tahun yang lalu. Semakin rajin aku membaca buku (meski tetap harus rela berbagi waktu dengan aktivitasku yang lain). Aku juga jadi mahir berbicara (atau beralibi?). Entah, apakah semua itu baik atau buruk? Rasanya imbang. Sisi baiknya tentu sudah jelas ada. Di sisi lain, semacam culture shock kurasakan akibat peralihan dari diriku yang pasif menjadi aktif secara mendadak.

Ah, aku ini menulis apa, sih. Lantur, rancu, abstrak.

Lebih baik tidur atau minta tolong kepada bukan siapa-siapa untuk mengurai benang kusut dalam batok kepalaku, ya?

Lagu saat ini: Fourtwnty – Aku Tenang

Padahal aku sedang tidak tenang.

Ah, tolong.

Ya Semesta, konspirasimu kok begini-begini amat, ya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s